Situasi Siantar di Tengah Pandemi Covid-19

Gedung Balai Kota Pematangsiantar
Gedung Balai Kota Pematangsiantar di Jalan Merdeka/Foto: abhotneo

Terkini.id, Siantar – Kota Pematangsiantar sebagai kota dengan indeks kota toleran ke tiga di Indonesia di tengah situasi pandemi covid19 sejauh ini terbilang cukup kondusif meski ada beberapa masyarakat masuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Beberapa dari Orang Dalam Pemantauan (ODP) tersebut, di antaranya; 27 Anggota DPRD Kota Pematangsiantar yang belum lama ini pulang dari Jakarta dan Bali dalam rangka kunjungan kerja. Termasuk, Wali Kota Pematangsiantar, Hefriansyah Noor oleh karena baru pulang dari Jakarta dan dengan segera melakukan pemeriksaan medis ke Puskesmas tak jauh dari kediamannya.

Sejak seminggu yang lalu, di mana informasi soal wabah corona merebak di kota ini, reaksi masyarakat menanggapi situasi yang ada berusaha mencari untuk menemukan (membeli) masker sebagai Alat Pelindung Diri (APD) pada bagian pernafasan dan hand sanitizer sebagai pembersih tangan dari virus maupun kuman.

Akibat dari kebutuhan yang cukup tinggi, dan diduga bahwa ada sebahagian masyarakat membeli dalam jumlah banyak, bahkan diduga adanya oknum yang melakukan penimbunan dalam jumlah banyak, ketersediaan masker dan hand sanitizer di pasar tradisional maupun pasar modern sulit untuk ditemukan.

Hingga hari ini, Senin (23/3/2020), informasi soal Covid-19 dari Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar, satu orang warga Siantar masuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang saat ini keberadaannya telah dirujuk ke Rumah Sakit Adam Malik di Kota Medan.

Baca juga:

Masyarakat Siantar sejak beberapa hari yang lalu minim aktivitas, sesuai imbauan pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun dari pihak berwajib agar mengisolasi diri di rumah masing-masing paling tidak selama dua pekan sejak imbauan dikeluarkan.

Sektor pendidikan kota Siantar, menerapkan sistem daring (online) dan pemberian tugas yang diberikan oleh guru dikerjakan di rumah oleh karena sekolah-sekolah diliburkan untuk sementara waktu.

Demikian halnya, kemarin, Minggu (22/3/2020) suasana kebaktian minggu di gereja-gereja tampak lengang, ditiadakan untuk sementara waktu. Mengantisipasi sebaran Covid-19, para pemimpin gereja menerapkan ibadah dengan cara siaran langsung (live streaming) memberdayakan teknologi digital, di mana jemaat tetap bisa beribadah dari rumah masing-masing yang disiarkan langsung oleh para pendeta dari gedung gereja-nya masing-masing.

Pusat perbelanjaan, seperti Pasar Horas dan Pasar Dwikora, di mana sebelumnya tersebar luas berita hoax di media sosial dan di masyarakat yang mengatakan bahwa kedua pusat pasar tradisional akan ditutup untuk beberapa hari akibat pandemi covid19. Hal tersebut ditepis dan dengan segera diklarifikasi oleh Direksi Pasar Daerah bahwa informasi tersebut tidak benar adanya. Berita hoax tersebut sempat ‘menggegerkan’ masyarakat Siantar.

Aktivitas perekonomian di Kota Siantar sejauh ini masih stabil. Meski akibat adanya pandemi covid19, beberapa harga sembako mengalami lonjakan yang cukup signifikan, seperti gula pasir yang sebelumnya harga normal berada di kisaran 13ribu per kilogramnya, kini harganya menjadi 17rb hingga 18rb. Kemudian, jahe yang merupakan jenis tanaman yang dapat menambah kekebalan imun tubuh, juga sulit ditemukan oleh calon pembeli di pasar. Ketersediaan stok habis.

Harapan masyarakat Kota Pematangsiantar secara umum, berharap semoga wabah ini (covid19) cepat berlalu, di mana pemerintah dengan cepat mengatasinya dan obat penawar agar cepat ditemukan oleh para ahli dan situasi kembali normal seperti sebelumnya, di mana masyarakat bebas melakukan aktivitas keseharian seperti biasanya.

Beberapa masyarakat Kota Pematangsiantar menuliskan harapannya pada akun media sosialnya, seperti; “Semoga badai cepat berlalu”, “Semoga kami dijauhkan dan dihindarkan dari virus corona”, bahkan tak sedikit masyarakat yang cukup kreatif membuat meme soal Covid-19 sebagai cara menghibur diri selama mengisolasi diri di rumah sesuai anjuran pemerintah.

Komentar

Rekomendasi

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar