Selain Murah, Kedai ini Bikin Penyuka Kopi Rasakan Nikmat Tak Terkatakan

Ibu Siahaan pemilik kedai kopi
Ibu Siahaan (69) saat tengah mempersiapkan pesanan kopi pelanggan di kedai kopi miliknya./Foto: abhotneo

Terkini.id, Siantar – Menemukan kedai kopi di kota Siantar tidaklah sulit. Pertumbuhannya berjamur dari hari ke sehari. Namun, tampak cukup berbeda jauh, di tengah situasi pandemi COVID-19, banyak kedai kopi tampak lengang, bahkan tak sedikit yang menutupnya untuk sementara waktu.

Satu dari banyaknya kedai kopi itu, adalah kedai kopi ibu Siahaan yang tetap terlihat ramai meski virus corona tengah mewabah di sana-sini secara global. Terletak di bilangan Melanton Siregar-Marihat, tepatnya di perempatan Bahkorah, kota Siantar.

Saat menyambangi kedai kopi ibu ini, di dalam kedai hingga ke berandanya, tampak ramai dipadati oleh pengunjung yang didominasi boleh kaum bapak berusia sekitar 40 hingga 60an. Sementara pengunjung wanita, hanya ada satu dua saja.

Perbincangan di kedai kopi, terdengar soal bahasan virus corona hingga suasana perpolitikan di Siantar yang konon proses tahapannya ditunda sesuai surat edaran dari pemerintah pusat pasca koordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Silahkan duduk Amang, mau minum apa, kopi, kopi susu atau teh manis (ucapan dalam dialek Batak),” sambut si ibu pemilik kedai dengan hangat dan ramah.

Baca juga:

Tak lama, empat gelas kopi pesanan kami pun mendarat di meja kami bersama beberapa rekan siang itu. Saya dan dua rekan lainnya lagi menyeruputnya untuk yang pertama kali mampir belum lama ini.

“Mantap dan cocok bah kopinya buat aku. Dengan citarasa yang kuat sedikit smooth seperti ini, nikmatnya begitu terasa dan nendang. Tak terkatakan nikmatnya,” ujar seorang rekan di samping saya.

Soal harga, tak akan membuat kantong menjadi menipis. Cukup dengan Rp 6ribu per gelasnya, nikmatnya minum kopi sudah bisa dinikmati bagi mereka penyuka kopi.

Ibu Siahaan ketika ditanya, apa tidak ada kekhawatiran jika tetap membuka kedainya di tengah situasi wabah virus corona, dirinya menjawab hanya bisa berpasrah diri saja kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Sebenarnya adalah sedikit rasa takut. Tapi ya mau bagaimana lagi, saya hanya bisa berpasrah diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar melalui kasih sayang-Nya saya, keluarga dan semua pengunjung di kedai ini dijauhkan dari segala virus corona maupun penyakit,” kata isteri dari Simanjuntak boru Siahaan yang mengaku sudah dianugerahi usia 69 tahun ini.

Kedai kopi ini sudah berjalan selama lebih kurang 30 tahun lamanya. Meski tampak sederhana, namun soal citarasa nikmatnya tak terkatakan menurut testimoni beberapa penyuka kopi sebagai pelanggan setia di kedai kopi milik Ibu Siahaan ini.

Komentar

Rekomendasi

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar