Bikin Heboh Warga, Beredar Kabar 1 PDP Dirawat di Medan ‘lari’ ke Siantar

Seorang warga Siantar positif Covid-19
Tim Gugus Tugas Covid-19 Pematangsiantar saat tiba di lokasi rumah pasien diduga Positif Covid-19/Foto: Ist

Terkini.id, Siantar – Kota Siantar yang letak geografisnya berada di tengah Kabupaten Simalungun, hari ini, Jumat, 3 April 2020 tampak kecemasan di tengah masyarakat dengan adanya pandemi Covid-19.

Di hari yang sama, beredar kabar bahwa di Kabupaten Simalungun ada pasien positif 3 orang dan tengah dirawat di RSUD Perdagangan setelah sehari sebelumnya, Kamis, 2 April 2020 ada 1 orang PDP meninggal dunia.

Kehebohan di tengah masyarakat Siantar akibat beredarnya kabar bahwa ada 1 orang PDP yang sebelumnya dirawat di Medan, diduga melarikan diri ke kota Siantar belum lama ini.

Untuk memastikan kabar tersebut, ketika media mencoba mengkonfirmasi langsung ke posko Gugus Tugas Covid-19 Siantar, salah seorang petugas membenarkan kejadian tersebut namun belum berani untuk membeberkannya secara jelas.

“Sebaiknya informasi secara resmi kita tunggu saja dr Ronald Saragih selaku Kadis Kesehatan untuk menyampaikannya. Karena, kalau saya nanti takut salah dan melangkahi dr Ronald,” ungkapnya.

Baca juga:

Sementara itu, sore tadi di daerah di mana 1 orang PDP tersebut berada, tampak tim Gugus Tugas Covid-19 Siantar telah tiba lengkap mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) untuk memastikan sekaligus mengecek langsung keberadaan si pasien.

Di alamat pasien berada di Jalan Farel Pasaribu (Lapangan Bola Bawah), Kelurahan Parhorasan Nauli, Kecamatan Siantar Marihat, tampak masyarakat sekitar memadati untuk menyaksikan dari jarak yang agak jauh.

Beberapa jam kemudian, dari Rumah Dinas Wali Kota Pematangsiantar dilakukan konferensi pers untuk menjelaskan secara rinci mengenai beredarnya kabar 1 orang PDP tersebut.

Wali Kota Siantar, Hefriansyah Noor yang didampingi Tim Gugus Tugas Covid-19 kota Siantar menyampaikan update situasi terkini terkait Covid-19, mulai dari 1 orang PDP, ODP tanpa gejala 562 orang, ODP dengan gejala 20 orang dan total ODP menjadi 582 orang. Sementara, yang sudah selesai dilakukan pemantauan ada 238 orang.

“Perlu saya sampaikan, ada seorang warga yang bukan dari Pematangsiantar, istilahnya (import case) dengan inisial SJS, Laki-laki berusia 44 tahun yang beralamat di Bandar Lampung sesuai dengan KTP-nya,” ujar Hefriansyah mengawali.

Sambungnya lagi, “SJS sudah menetap di kota Siantar bersama keluarganya selama lebih kurang 2 tahun. Bertugas di Jakarta dan saat itu melakukan perjalanan dinas ke Medan. Ketika di Medan, ia mengalami indikasi COVID-19 dengan gejala batuk dan pilek yang kemudian ia melakukan pengecekan di RS rujukan di Medan.”

“Setelah dicek, SJS pun diperbolehkan pulang. Sekitar 5 hari kemudian, ia merasa kurang nyaman dengan tubuhnya dan ia kembali ke RS Adam Malik dan diambil sampel darahnya untuk dilakukan Swab. Namun sebelum hasil Swab tersebut keluar, ia sudah dinyatakan sembuh dan pulang ke Siantar pada Rabu malam lalu,” kata Hefriansyah.

Hefriansyah juga menjelaskan bahwa pihak RS Pematangsiantar pada tanggal 30 Maret 2020 yang lalu mendapatkan informasi dari RS Medan bahwa hasil Swab atas pasien SJS ternyata positif Covid-19.

Pemerintah Kota Siantar bersama tim Gugus Tugas Covid-19akan segera melakukan rapid test serta mengisolasi keluarga pasien SJS dalam waktu dekat. Selain itu, penyemprotan disinfektan juga akan dilakukan di rumah pasien dan warga sekitarnya.

Komentar

Rekomendasi

Update Pasien Covid-19 di Kota Siantar, Ini Datanya

Info Covid-19 di Siantar: 1 Pasien Sembuh

Antisipasi Dampak Covid-19, Wali Kota: Orang Siantar Harus Hidup dan Makan!

Sebuah Toko Perlengkapan Sembahyang di Jalan Surabaya Hangus Terbakar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar