Antisipasi Dampak Covid-19, Wali Kota: Orang Siantar Harus Hidup dan Makan!

Wali Kota Siantar, Hefriansyah Noor
Wali Kota Siantar, Hefriansyah Noor saat di-doorstop Wartawan di halaman depan Gedung Balai Kota, Selasa, 14 April 2020/Foto: matapublik-video

Terkini.id, Siantar – Dampak pandemi Corona (COVID-19) di kota Siantar hingga hari ini, Selasa, 14 April 2020, suasana masih tampak lengang dan jauh dari hiruk-pikuk seperti biasanya.

Pemko Pematangsiantar bersama Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 telah berupaya maksimal memutus mata rantai penularan wabah virus corona dan akan segera mengantisipasi dampak yang terjadi di masyarakat.

Data pasien yang terkait COVID-19 hingga kini, tercatat ODP 460, selesai dipantau 663, PDP dirawat 4, Positif 2 yang mana 1 dirawat di RSUP H Adam Malik dan 1 dirawat di RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar.

Di halaman depan Gedung Balai Kota, Wali Kota Siantar, Hefriansyah Noor ketika di-doorstop oleh wartawan, memberikan keterangan soal sejauh mana pemantauan yang dilakukan oleh Pemko Siantar di tengah masyarakat terkait COVID-19 dengan menggunakan alat rapid test.

“Nanti kebutuhannya untuk apa, siapa yang mau dipantau. Dan jika ada kekhawatiran, baru kita rapid test,” kata Hefriansyah ketika hendak meninggalkan Gedung Balai Kota.

Saat disinggung soal anggaran dan bantuan sosial yang akan dilakukan pemerintah bagi masyarakat, Hefriansyah dengan spontan dan sedikit emosional memberi penjelasan kepada wartawan.

“Anggaran apa, siapa yang ngesahkan, cemmana cara ngesahkannya?” tanya Hefriansyah balik ke wartawan.

Sambungnya lagi, “Biar kukasih tahu kalian, biar soor kalian dulu. Tau, aku yang paling kupikirkan sekarang di Pematangsiantar masalah Covid-19, Orang Siantar harus hidup dan makan!”

Hefriansyah juga mengatakan, bahwa meski sebelumnya sudah ada beberapa program pemerintah pusat, menurutnya adanya wabah virus corona tentu mengakibatkan banyak masyarakat yang terkena dampaknya.

“Pemerintah pusat menganggarkan melalui program PKH, BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), itu dah jelas orang-orangnya. Tapi dengan kondisi COVID-19 ini, banyak masyarakat Pematangsiantar terkontaminasi ekonominya, jadi kuanggarkan pakai uang APBD kita,” katanya.

Soal bantuan ke masyarakat, Hefriansyah juga berpesan agar masyarakat sedikit bersabar menunggu waktunya, kapan akan segera mulai dilakukan oleh pemerintah.

“Jadi, aku yang paling penting, jangan sampai masyarakat sampai ga makan! Pokoknya aman Siantar. Siantar aman!” pungkas Hefriansyah seraya meninggalkan wartawan dari halaman depan Gedung Balai Kota.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Update Pasien Covid-19 di Kota Siantar, Ini Datanya

Info Covid-19 di Siantar: 1 Pasien Sembuh

Bikin Heboh Warga, Beredar Kabar 1 PDP Dirawat di Medan ‘lari’ ke Siantar

Sebuah Toko Perlengkapan Sembahyang di Jalan Surabaya Hangus Terbakar

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar