Dara Adinda Nasution, Politisi Muda asal Siantar Diterima di Tiga Universitas Terbaik Dunia

Dara Adinda Nasution
Dara Adinda Nasution/Foto: tempo.co

Terkini.id, Siantar – Belum beruntung duduk di Senayan sebagai Anggota DPR RI tak membuat semangat Dara Adinda Nasution untuk tetap merasa haus menimba ilmu lebih tinggi lagi. Di tengah pandemi Corona (Covid-19) keberuntungan lain ia dapatkan, yakni diterima melanjutkan studi di beberapa universitas terbaik di dunia.

Wajah cantik Dara Adinda Nasution tampil menghiasi media lokal di Siantar saat dirinya mengikuti kontestasi pemilihan umum legislatif tahun 2019 lalu dari daerah pemilihan (Dapil) 3 Sumatera Utara yang meliputi 10 kabupaten/kota, termasuk salah satunya kota Siantar.

Wanita berhijab asal kota Siantar yang juga sebagai politisi muda di Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini tak pernah lelah untuk menimba ilmu dan pengalaman lebih lagi dalam kehidupannya. Hal-hal positif ia gaungkan saat sedang berkontestasi di daerah pemilihannya saat itu.

“No Money Politic” anti politik uang, salah satu hal yang paling kuat digaungkan Dara mengedukasi masyarakat dengan harapan agar pendidikan politik dan pesta demokrasi di Indonesia bisa lebih baik lagi dengan memilih calon-calon wakil rakyat yang dianggap layak dan pro terhadap kesejahteraan rakyat.

Certificate confirms that the University of Cambridge/Dara Nasution.

Luapan kegembiraan seorang Dara Adinda Nasution lulusan SMA N 2 kota Siantar ini, ia sampaikan ke publik dengan harapan rencana dan impiannya bisa disupport oleh orang-orang di sekitarnya maupun orang-orang baik yang selama ini mendukung langkah Dara menjadi seorang politisi di partai yang digawangi oleh Grace Natali.

“Untuk sepersekian detik aku membatin. Gini kali ya, rasanya jadi Mba Maudy Ayunda, bingung milih univ.. Tapi aku langsung cepat-cepat istighfar dan sadar diri. Tapi jujur, galau. Menurut netizen aku mesti kemana?” tulisnya pada akun fanpage-nya, 7 April 2020 lalu.

Tidak hanya Dara, Ade Armando, aktivis vokal yang kerap mengkritisi kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan juga ikut meluapkan kegembiraan atas apa yang dicapai oleh Dara. “Saya kagum dan bangga dengan Dara Adinda Nasution. Dia datang dari kota kecil, Pematang Siantar. Dia cerita, ketika dia kecil untuk beli buku cerita saja ayahnya harus mengajaknya belanja ke Medan,” tulis Ade pada akun media sosialnya, Sabtu, 2 Mei 2020.

Lebih jauh, Ade Armando juga menceritakan sosok Dara Adinda Nasution, tulisnya lagi, “Dia masuk Komunikasi UI, dan tinggal sendirian di rumah kos-kosan Depok. Sejak mahasiswa dia sudah biasa mencari uang sendiri. Di kelas, dia salah satu mahasiswa paling pintar, kritis, selalu duduk di barisan paling depan.”

Certificate of Offer University of Oxford/Dara Nasution

“Dia terpilih menjadi lulusan terbaik FISIP UI di tahunnya. Dia kemudian kerja bareng saya di SMRC. Lantas dengan berani masuk ke politik, dengan menjadi caleg di partai anak muda, Partai Solidaritas Indonesia. Dia kalah di Dapil Sumut. Tapi saya bilang ke dia: “Yang rugi, Sumut; bukan kamu…” beber Ade.

“Tuhan memang punya rencana lain. Di bulan-bulan Corona ini, dia diterima menjadi mahasiswa S2 di tiga universitas terbaik, yang berada di urutan 10 besar perguruan tinggi dunia: London School of Economics (nomor 6 di dunia), Oxford (no 8) dan Cambridge (no 9). Dia jauh melampaui saya, dosennya. Anak Siantar ini memang hebat… Proud of you, kid!” tulis Ade yang pernah sebagai dosen Dara di Universitas Indonesia (UI).

Meresponi apa yang dituliskan oleh Ade Armando, beberapa jam yang lalu, Sabtu, 2 Mei 2020, Dara menuliskan pada akun fanpage-nya, “Yang luput diceritakan BangAde Armando: beliau banyak sekali membantu, terutama dalam proses penulisan policy paper yang jadi salah satu syarat pendaftaran ke Oxford dan Cambridge. Awalnya sempat kaget. Lho, saya kan mau sekolah Public Policy karena mau belajar kebijakan publik, kok malah sudah dites bikin paper? Ternyata kata Bang Ade, itu tujuannya menguji kemampuan analisis aja. Oh ya sudah, akhirnya dikerjakan sebisanya hehehe.”

Konten Bersponsor

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar