Merawat Alun-Alun Kota Pematangsiantar

alun-alun
Bagian bawah lapangan Haji Adam Malik, terlihat sisa bangunan pondasi proyek pengerjaan yang sedianya akan dibangun patung Raja Sangnaualuh, namun prosesnya kandas di tengah jalan akibat polemik yang terjadi. (Foto: ABN)

Oleh: Abhotneo Naibaho

Suatu daerah Kabupaten/Kota sudah barang tentu memiliki alun-alun kota yang menjadi pusat atau inti daerah tersebut. Alun-Alun kota menandakan bahwa di sanalah pusat keramaian di mana seluruh lapisan masyarakat bisa menyinggahinya sebagai tujuan yang beragam seraya menikmati keindahan daerah tersebut.

Lapangan Haji Adam Malik diabadikan sebagai bentuk penghormatan kepada salah satu putra terbaik bangsa ini yang pernah menduduki jabatan sebagai wakil presiden RI  (1978 – 1983). Penamaan lapangan tersebut dulunya lebih dikenal luas dengan sebutan Lapangan Simarito yang menjadi inti Kota Pematangsiantar dengan motto daerahnya yang cukup khas, yakni “Sapangambei Manoktok Hitei”.

Bentuknya yang persegi panjang, dengan sisi nama jalan yang berbeda-beda, di antaranya; sisi atas Jalan MH Sitorus, sisi bawah Jalan Sudirman, sisi kanan Jalan Haji Adam Malik dan sisi kiri Jalan Perintis Kemerdekaan kerap digunakan untuk upacara, kegiatan sosial kemasyarakatan maupun tempat di mana masyarakat berelaksasi.

Kegunaan Lapangan Haji Adam Malik yang multi fungsi seyogianya harus mendapatkan perhatian kita bersama. Mulai dari perawatan, kebersihan hingga keasrian yang harus tetap terjaga dengan baik dan teratur. Tidak hanya dinas terkait yang punya tanggung jawab, namun semua masyarakatnya juga harus bisa bertanggung jawab atas keindahannya, dengan menjaga kebersihan dan tidak merusak segala fasilitas umum yang ada di dalam maupun di sekelilingnya.

Idealnya sebuah alun-alun kota sebagaimana yang terlihat di berbagai daerah menjadi ikon dan daya tarik tersendiri. Sebut saja, dua di antaranya yang terbaik di Indonesia, Alun-Alun Bandung dan Alun-Alun Wonosobo yang tidak hanya keren namun bersih dan asri yang kerap terpotret sebagai pusat keramaian masyarakat dengan bersantai-ria.

Saat ini, jika kita menyambangi Alun-Alun Kota Pematangsiantar, yakni Lapangan Haji Adam Malik, masih jauh dari ideal. Pandangan yang membuat mata siapa saja akan menjadi “silau” tatkala melihat ada pemandangan jelek, seperti plafon balai bolon pada bagian depan yang menganga alias terbuka lebar. Belum lagi di bagian bawah lapangan, terlihat sisa bangunan pondasi proyek pengerjaan yang sedianya akan dibangun patung Raja Sangnaualuh, namun prosesnya kandas di tengah jalan akibat polemik yang terjadi.

Plafon Balai Bolon pada bagian depan yang menganga alias terbuka lebar. (Foto: ABN)

Dua hal yang cukup mencolok tersebut jelas mengurangi idealnya sebuah alun-alun kota. Kita tidak tahu, sampai kapan masalah tersebut akan segera mendapatkan perbaikan dari pihak yang seharusnya mengurus perawatan Lapangan Haji Adam Malik. Masyarakat acap kali bertanya sampai kapan dua masalah tadi bisa teratasi dengan baik?

Masih dalam hitungan hari masa kerja, di mana dr. Hj. Susanti Dewayani, Sp.A dilantik menjadi Wakil Wali Kota sekaligus sebagai Plt. Wali Kota Pematangsiantar pada tanggal cantik yang lalu yaitu 22.02.2022. Tentunya masyarakat menaruh banyak harapan terhadap sosoknya dapat menjalankan roda pemerintahan guna membawa kemajuan kota ini lebih baik lagi.

Hal yang patut kita beri apresiasi, sepertinya ada semangat yang membara mengawali tugas dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin kota ini. Di beberapa laman media lokal, sosok Susanti Dewayani ingin “berlari cepat” mengejar ketertinggalan yang ada dan juga menekankan kepada seluruh pelayan masyarakat di pemerintahan agar menebar senyum dalam menjalankan tugasnya melayani masyarakat.

Kekurangan di sana-sini, di banyak sudut kota Pematangsiantar banyak hal yang tampak menjadi pemandangan yang tak sedap, seperti sampah yang berserak di kawasan Pasar Horas, Pasar Dwikora Parluasan, dan masih banyak lagi beberapa jalan utama yang penuh lubang yang berpotensi mengakibatkan kecelakaan.

Tugas berat ada di pundak sosok Susanti Dewayani bagaimana memimpin dan merangkul banyak pihak untuk membawa perubahan lebih baik lagi di kota Pematangsiantar sesuai dengan visi yang diemban “Siantar Bangkit dan Maju” semasa kampanye bersama pasangannya Alm Asner Silalahi. 

Ketika ada kemauan yang kuat dari sosok seorang pemimpin dan berani menjadi tauladan bagi masyarakat maupun perangkat pemerintahan yang dipimpinnya, saya percaya perubahan itu sesungguhnya ada di depan mata dan bisa dicapai demi kemaslahatan kota yang majemuk ini.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Dunia Bela Diri Berduka atas Meninggalnya Elie Jhon Silalahi

Heboh di Awal Tahun, Becak Motor Terbakar di Siantar

Jalan Berlubang di Jalan Rakutta Sembirng Ancam Keselamatan Pengendara

Breaking News: Wali Kota Siantar Terpilih Asner Silalahi Dikabarkan Meninggal Dunia

Update Pasien Covid-19 di Kota Siantar, Ini Datanya

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar